Rabu, 31 Desember 2014

Legenda Danau Laut Tawar

Ini cerite masa pudaha
tentang gayo negeri antara
ara unok perasin ni jema
jemae taat lagi bijaksana…
wan sara masa mudepet amanah,
munetos kapal i kute mekah,
renye batang kayu ari takengen iemah..
oya le mulo asal kejadien
kati ara lut i kute takengen
Munge nguk ken inget-ingeten
Sa metehe ara sudere si nge lupen…

Danau Laut Tawar dari pantan terong (LG | Khalisuddin)
Danau Laut Tawar dari pantan terong (LG | Khalisuddin)
KONON dahulu kala ada sebuah desa yang tersembunyi di atas gunung. Gunung-gunung melengkung memagari wilayah tersebut. Hasil alam yang berlimpah ruah, masyarakatnya hidup serasi dengan alam. Tersebutlah dataran Gayo, dataran tinggi di mana kemakmuran melingkupi penduduknya.
Dahulu di daerah ini, ada sebuah kolam kecil di tengah hutan yang luas lagi lebat yang di dalamnya hanya hidup beberapa ikan saja. Airnya memancar keluar dari dalam tanah seperti air yang mendidih sangat jernih sekali, sehingga seluruh hewan yang menghuni hutan tersebut sangat suka meminum air dari kolam itu. Bukan saja hewan yang acap datang ke kolam itu, bidadari dari kayangan pun konon sering mengunjungi kolam tersebut untuk sekedar mandi sambil bermain dan bercanda sesama mereka. Menurut cerita, Putri Bensu adalah salah satu nama dari bidadari tersebut yang turut mandi bersama dengan kakak-kakaknya sambil berluluran di atas batu besar yang ada di tepi kolam. Sementara di sebelah bebatuan yang besar lainnya biasanya ada seorang pemuda bernama Malim Dewa yang selalu meniup seruling dengan merdunya untuk memikat hati sang bidadari terutama Putri Bensu. Setelah mandi para bidadari ini akan kembali ke langit yang lebih dikenal dengan nama Negeri Antara.
Di pinggiran kolam yang jernih ini pun tumbuh sebatang pohon yang sangat besar batangnya, banyak buahnya serta rimbun daunnya. Tempat dimana segala jenis binatang yang hidup di hutan tersebut untuk berteduh dari teriknya matahari dan derasnya hujan sambil beristirahat sejenak setelah melalang buana mencari makanan, sekaligus tempat menghilangkan rasa dahaga karena kolam tersebut airnya sangat jernih serta berada tepat di samping pohon besar. Begitu pun dengan burung-burung yang bermain dari cabang satu ke cabang yang lainnya lagi sambil mencari makanan di atas pohon kayu yang besar tadi. Mereka memakan buahnya sembari mencari ulat-ulat kecil yang merayap di atas cabang serta daunnya yang rimbun sebagai makanan tambahan. Tidak hanya ada pohon besar itu di pinggir kolam tersebut, tumbuhan lainpun hidup subur mengelilingi kolam walau memang tidak sebesar pohon yang satu itu.
Pada zaman itu hiduplah seorang ulama yang sangat disegani dan sangat di hormati oleh masyarakat Gayo karena keta’atannya dalam beribadah, arif dalam mendudukkan perkara lagi bijaksana dalam bersikap, ulama ini bernama Aulia. Sang Ulama memiliki ciri badan yang sangat berbeda dari manusia sekarang, beliau berbadan sangat besar dan tinggi, memiliki langkah kaki yang sangat lebar, tidaklah seberapa tingginya gunung-gunung yang menjulang di muka bumi serta dalam, panjang dan luasnya lautan di samudra. Seperti itulah kira-kira besar badannya, luas langkahnya, hanya khayalan kita saja yang bisa menyimpulkannya. Sehingga sang Ulama di juluki dengan nama Unok . Sampai sekarang julukan Unok masih melekat di antara masyarakat Gayo. Biasanya diberikan kepada mereka yang berbadan besar, tinggi dan mempunyai langkah kaki yang lebar.
Ketaatan Sang Unok dalam beribadah kepada Allah SWT menjadi tauladan di dataran tinggi Gayo. Banyak kabaran mengatakan kalau Unok sering terlihat di tanah suci untuk beribadah apalagi ketika hari Jum’at tiba beliau selalu mengerjakan shalat Jum’at di Mekkah, sehabis mandi beliau mengenakan pakaian yang sangat bagus lagi bercahaya harum pula wangi tubuhnya padahal jarak Mekkah dan Gayo sangat lah jauh bila di ukur dengan angka-angka skala, tetapi tidak bagi Unok dengan sekejap mata beliau bisa sampai di Mekkah. Unok tidak berlama-lama berada di Mekkah, sehabis melaksanakan kewajibannya menunaikan ibadah beliau langsung kembali lagi ke dataran tinggi Gayo, tak pernah ada yang mengetahui dengan cara apa beliau bisa sampai di Mekkah, atau mahluk apakah yang beliau tunggangi. Mungkinkah Unok mengendarai Burak seperti kendaraan Nabi pada saat pergi menuju Sidratul Muntaha, atau mungkin beliau terbang, karena belum pernah ada yang melihat secara langsung. Namun menurut kabaran beliau biasanya hanya berjalan kaki menuju ke Masjidil Haram.
Pada suatu hari yang mana menurut penanggalan sebagai hari serta bulan yang baik, turunlah sebuah ilham atau amanah kepada Sang Ulama bahwa nanti suatu hari akan turun cobaan dari Allah SWT kepada seluruh mahluk hidup yang ada di bumi untuk menguji siapa-siapa saja yang beriman dan siapa-siapa yang tidak di antara mereka. Apabila dia beriman maka dia akan selamat dari cobaan ini karena memegang teguh amanat atau perintah Tuhan, sementara yang tidak, pasti akan mendapat azab dariNya karena ingkar serta durhaka terhadap perintahNya. Cobaan yang maha dahsyat itu berupa banjir besar yang akan menenggelamkan semua yang ada di bumi baik daratan maupun gunung-gunung yang tinggi sekalipun. Semua akan ikut tenggelam saat air itu datang, dunia akan tergenang bak lautan yang luas.
Dalam ilham tersebut Unok diperintahkan untuk membuat sebuah perahu yang sangat besar agar bisa melindungi dan menyelamatkan mahluk hidup yang beriman. Di dalam perahu itulah nanti seluruh mahluk hidup akan tinggal sementara, makan dan minum serta bisa mengangkut bekal makanan karena tidak ada yang mengetahui sampai kapan banjir itu akan surut atau berhenti. Entah berapa bulan atau mungkin berbilang tahun. Perahu besar pun harus segera di buat dan akan diletakkan di sebuah tempat yang berdekatan dengan Mekkah.
Pada hari baik, setelah ada kesepakatan untuk membuat perahu yang besar, mulailah Unok dan orang-orang yang percaya akan alamat ilham Sang Unok mengumpulkan perkakas dan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat perahu besar tersebut. Pohon-pohon mulai di tebang, tali tambang mulai di rajut. Membuat perahu yang besar di perlukan pohon yang besar serta banyak pula, maka Unok memutuskan untuk memilih batang pohon besar yang ada di samping kolam ikan di tengah hutan. Dengan segera mulailah Unok menarik kuat batang pohon tersebut karena memang sangat besar dan berumur sangat tua. Unok hampir kehabisan tenaga namun terus menarik batang pohon tersebut, begitu kuatnya Unok menarik hingga batang pohon tersebut tercabut beserta dengan akar-akarnya yang mengurat dalam di tanah. Setelah batang pohon besar tadi berhasil di cabut oleh Unok maka ia membawanya dengan cara menyeret ke tanah sampai ke tepi pantai Laut Aceh dan meneruskanya hingga menyeberangi lautan yang luas sehingga hampir mendekati Mekkah. Bekas akar pohon besar tadi yang tanahnya terbongkar sehingga membentuk lubang yang sangat besar serta sangat dalam, lama-kelamaan air kolam memenuhi lubang tersebut, airnya pun semakin hari semakin banyak hingga kolam tersebut berubah menjadi danau yang dikenal dengan nama Danau Laut Tawar dan kabarnya bekas batang pohon besar yang diseret Unok itu kini telah menjadi Arul (sungai) yang bernama sungai Peusangan yang mengalirkan air dari Danau Laut Tawar menuju pesisir Aceh saat ini.(irwanputra88[at]gmail.com)
Irwan Putra* Mahasiswa asal Bener Kelipah di Bandung

Meraba Jejak Kerajaan Linge dan Islam di Gayo

Umah Pitu Ruang Linge | Kha A Zaghlul
Umah Pitu Ruang Linge | Kha A Zaghlul
SENJA itu mentari nyaris pulang keperaduannya, suatu pertanda bahwa bumi akan segera larut dalam gelapnya perputaran waktu. Namun bak menyibak hukum alam, Waspada bersama tim arkeologi mulai menerobos keremangan, di bawah curah hujan yang kala itu menguyur Aceh Tengah.
Tujuan utama Waspada bersama tim Balar Medan, melintasi perjalanan panjang sekitar 100 kilometer menuju lokasi Kerajaan Linge, dari Kota Takengen, Aceh Tengah untuk meliput temuan artefak (benda atau data arkeologis) berupa fragmen zaman sejarah.
Jalan menanjak dan menurun dengan cuaca kurang bersahabat tak menyurutkan semangat tim saat itu. Sementara, mendekati tujuh kilometer terakhir menuju lokasi ekskavasi di Linge, kendaraan yang ditumpangi tim sempat terdengar meraung. Karena sebagian jalur lintas ‘ terkoyak’ diantara lapisan tanah merah dan batu koral. Hal ini terkadang memacu adrenalin dan degup jantung.
Singkatnya, kendati rombongan ini telah sampai di tujuan terakhir. Namun rintangan belum berlalu. Jembatan menuju areal bersejarah di Linge ini ternyata belum layak pakai (putus). Terpaksa menuju ke sana, tim harus mengarungi sungai kecil berkedalaman sekitar 60 centimeter.
Selanjutnya, setelah melewati anak sungai dengan kondisi cuaca malam kian mengulita, regu ini kembali harus menempuh jarak 200 meter dengan berjalan kaki, mengunakan senter mancis sebagai pelita. Menuju rumah sang juru kunci makam Reje (raja) Linge. Yang mana, sejumlah tim arkeolog lainnya telah menunggu kedatangan tim susulan ini.
Setelah sejenak melepas lelah serta beramah tamah dengan keluarga Abd Razak Aman Jalil (juru kunci makam Reje Linge). Kemudian Waspada bersama tim gabungan arkeolog Balar Medan ini, disuguhkan makan malam oleh tuan rumah. Dilanjutkan dengan hidangan kopi panas sebagai tradisi menu ‘menyambut’ tamu di Gayo.
“Dalam penelitian kali ini kami menemukan serpihan sisa benda dari zaman sejarah. Meski berbentuk fragmen (serpihan atau pecahan), namun dari sinilah kita akan memulai menggali keberadaan sejarah Kejayaan Linge pada masanya,” ungkap ketua tim arkeolog, Lucas Partanda Koestoro saat mengawali perbincangannya dengan Waspada di Buntul Linge.
Dia katakan, meski ekskavasi yang dilakukan masih di luar benteng kerajaan Linge, namun, selain fragmen keramik dan gerabah, juga telah ditemukan serpihan tulang (bovidae). Khusus temuan pecahan benda, diketahui berasal dari negeri China dan Eropa.
“Fragmen bercorak tembikar ini merupakan barang bernilai pada masa itu. Ini memperlihatkan bahwa Linge sebagai daerah kerajaan di Pedalaman Sumatera memiliki hubungan budaya dan dagang dengan daerah lain yang berjauhan (pesisir).”
“Ditaksir, temuan ini juga masih berusia muda. Penyebarannya ke Linge melalui niaga diduga dengan cara barter pada abad 19-20 masehi. Selain itu, berdasarkan batu nisan di makan Reje Linge dengan tulisan kalimat toibah dari abad 17-18 masehi, diketahui bahwa masyarakatnya menganut kepercayaan dan ajaran Islam,” lanjut Lucas.
Untuk mengetahui secara pasti kepercayaan apa yang dianut sebelum Islam di abad 17-18 masehi di Linge? Dia mengatakan pihaknya harus kembali melakukan penelitian lebih mendalam. Apalagi hingga kini, bukti secara tertulis belum ditemukan. Di mana sumber yang ada masih berdasarkan keterangan warga setempat melalui cerita legenda secara turun temurun.
“Di Buntul Linge ini masih ditemukan bukti fisik bekas istana kerajaan. Namun tidak ditemukan prasasti maupun bukti tertulis pendukung lainnya. Hanya saja ditemukan bentuk umum batu nisan yang kerap dijumpai di nusantara, dikenal dengan sebutan batu aceh. Bahkan corak seperti ini telah pernah ditemukan di Malaysia, Tanjung Pinang dan di Banten,” tuturnya.
Komplek Makam Reje Linge | Kha A Zaghlul
Komplek Makam Reje Linge | Kha A Zaghlul
Masa Kejayaan Linge, Peradaban Gayo Telah Maju
Masih menurut, Lucas Partanda Koestoro, berdasarkan keterangan diperoleh pihaknya dari warga setempat jauh sebelum abad 20 masehi, etnik Gayo di Linge telah memiliki peradaban maju. Mereka mampu mengolah bahan pangan seperti; garam dan minyak sayur tanpa ketergantungan dengan daerah pesisir.
“Image yang berkembang warga pedalaman (Gayo-red) begitu ketergantungan dengan daerah pesisir untuk mendapatkan bahan pangan. Tapi berdasarkan hasil penelitian kami, hal ini bisa saja tidak benar. Karena Etnik Gayo masa lalu di Linge telah mampu menghasilkan garam maupun minyak dari bahan kelapa,” jelasnya.
Di masa kejayaan Kerajaan Linge, tutur Lucas, masyarakat telah mengolah garam dari pohon pepoa (poa-garam) dengan tehnis melakukan pembakaran. Di mana abunya kemudian direbus dengan air. Ampasnya-lah yang dijadikan garam. Meski dari segi rasa kurang enak, namun kandungan yodium tak jauh beda dengan produksi garam zaman modern.
“Untuk minyak sayur sendiri, warga Linge pada masa itu telah memiliki bahan baku kelapa. Ditambah potensi alam yang cocok untuk bertanam kelapa, berada diketinggian 600 -1000 meter dari permukaan laut (DPL). “
“Artinya, produksi minyak sudah melimpah kala itu, bahkan dari penuturan tetua di sini, hasilnya pernah dipasarkan hingga ke daerah Gayo Lut, (Takengen), setidaknya berlaku hingga dibawah tahun 1950-an,” kata lucas menutup ceritanya, sembari mengajak timnya untuk beristrahat, karena waktu telah menunjukan jam malam. (bersambung)
*Wartawan Harian Waspada. Tulisan ini sudah pernah di harian Waspada edisi 27 Nopember 2012
Irwandi MN*

Seribuan Makam di Linge, Bukti Otentik Masa Kejayaannya

Komplek Makam Reje Linge (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)
Komplek Makam Reje Linge (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)
BERCERITA Kerajaan Linge massa lalu seperti tak pernah habisnya, setidaknya hal itu yang dirasakan oleh masyarakat Gayo di wilayah pedalaman Aceh. Mereka berupaya merangkai identitas untuk mengungkap dan mencari jatidirinya.
Tim Balar Medan yang sedang melakukan penelitian dan ekskavasi di sana hingga kini belum menemukan prasasti atau sumber tulis untuk mengungkap secara menyeluruh keberadaan Kerajaan Linge masa lalu. Namun, adanya sekitar seribuan kubur di antara makam Reje (raja) Linge merupakan bukti otentik kerajaan tersebut pernah ‘berkibar’.
“Bila dinilai dari jumlah penduduk yang hanya puluhan KK menetap di Buntul Linge saat ini. Sepertinya Tidak mungkin lokasi penguburan manusianya bisa menghabiskan satu gunung dengan jumlah makam cukup banyak. Dari itu, saya menilai pada saat itu Linge ini pernah menjadi daerah pemukiman dengan jumlah warga begitu padat,” jelas Lucas Partanda Koestoro, ketua tim arkeologi, kepada Waspada, saat mengunjungi lokasi Makan Reje Linge di Buntul Linge, Aceh Tengah.
Dia mengatakan, dimungkinkan di masa kejayaan Kerajaan Linge selain, penduduknya telah mengenal ilmu pertanian, dagang (barter) juga telah mengenal dan mengikuti perkembangan zaman dengan baik. Hal ini diperkuat dengan temuan fragmen keramik dan gerabah, diduga merupakan barang mewah pada masanya.
“Kesimpulan kami sementara, mereka mengenal benda mewah karena punya selera dan indikasinya memiliki budaya yang tidak rendah. Selain itu keberadaan makam yang rapat ditengah belantara hutan ini bisa membuka sejarah, bagaimana keberadaan kerajaan Linge saat itu,” terang Lucas, sembari menambahkan tingkat ekonomi penduduk Linge waktu itu sangat tinggi, diperkirakan berlangsung sekitar abad 19 sampai awal abad 20 masehi.
Diprediksi, Kerajaan Linge Terpendam di Bawah Tanah
Titik ekskavasi di Buntul Linge (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)
Titik ekskavasi di Buntul Linge (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)
Secara bersamaan, Dani Sutrisna, merupakan ahli arkeolog lainnya dari Balar Medan mengatakan, keberadaan fisik kerajaan Linge diprediksi telah terpendam di dalam tanah, dan posisi tepatnya ditaksir berada di bagian bawah umah pitu ruang (rumah adat Gayo) yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.
“Dari keterangan tetua di sini, ada kemungkinan bentuk fisik kerajaan ada dibawah tanah di lokasi berdirinya rumah adat Gayo ini. Namun tidak mudah untuk membuktikannya. Hal ini selain membutuhkan waktu, juga musti ada temuan lain yang mengarah kepada pengakuan warga ini,” ucapnya.
Dia menambahkan, dalam ekskavasi dan penelitian yang dilakukan pihaknya di Buntul Linge, hingga saat ini penggalian masih dilakukan diluar benteng lokasi kerajaan. Tidak dibagian dalam . Hal ini karena belum adanya izin dari pihak penjaga makam.
“Ada tiga titik yang kami gali di luar benteng lokasi kerajaan dalam penelitian kali ini. Dari situlah fragmen (pecahan) gerabah, keramik dan tulang ditemukan pada kedalaman 50 centimeter,” sebut Dani.
Nuansa Mistis di Lokasi Kerajaan Linge
Abd Razak Aman Jalil, merupakan juru makan Reje Linge, dalam keterangannya menyebutkan, bagi pendatang yang mengunjungi lokasi ; makam dan umah pitu ruang atau tempat berdirinya kerajaan Linge, harus bersikap sopan sesuai aturan. Sementara bila melanggar, bisa tejadi sesuatu yang tak dinginkan.
“Pernah kami lihat, sekelilingi kerajaan ini mengeluarkan cahaya dengan sinar yang cukup terang. Hal ini setelah adanya rombongan pengunjung yang masuk ke sana tanpa permisi. Mereka akhirnya berlarian keluar dan untung tidak terjadi apa-apa,” ungkapnya.
Dari itu katanya, hendaknya bagi siapa saja yang berkunjung dan melakukan aktifitas di sana, hendaknya terlebih dahulu meminta izin. Guna menghindari terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Secara terpisah, Gecik Buntul Linge, Karismansyah menyebutkan, keberadaan wilayah kerajaan tersebut merupakan tempat yang ‘dihormati’ oleh warga di sana. Masyarakat secara bersama menjaga dan melestarikan keberadaannya.
“Kami telah menetap secara turun temurun di Buntul Linge ini. Mayoritas rakyat kami bersawah dan mengembangkan ternak. Ada juga sebagian yang berbudidaya coklat, kopi robusta dan berbudidaya tanaman lainnya,” ringkasnya.
Temuan Balai Arkeologi (Balar Medan) berupa fragmen gerabah, keramik dan tulang di Buntul Linge, Aceh Tengah, setidaknya telah menguak tabir sejarah keberadaan Kerajaan Linge dan manusianya di masa lalu. Akankah mereka menemukan temuan berikutnya dalam ‘misinya’ ke Gayo ini? Semoga…..(Habis)

Irwandi MN*
*Wartawan Harian Waspada. Tulisan ini sudah pernah di harian Waspada edisi 27 Nopember 2012

Nab Bahani AS: Peran Reje Linge Sebatas Kearifan Lokal Saja


Nab Bahani AS: Peran Reje Linge Sebatas Kearifan Lokal Saja
NABAHANI
Raja-raja di Indonesia sebenarnta sudah bubar sejak republik Indonesia lahir. Raja-raja sekarang yang bertahan seperti Keraton di di Pulau Jawa, itu karena inisiatif masyarakat dan daerah untuk mempertahankan kearifan lokal. Begitu pula Gayo, sah-sah saja mengangkat Reje Linge untuk memperkuat kearifan lokalnya.
“Sudah pasti Raja-raja itu harus secara tradisi, karena kerajaan yang ada harus diluar sistem kenegaraan, karena tidak boleh ada negara dalam negara,” kata budayawan dan kolomnis sejarah Aceh Nab Bahani AS kepada Lintas Gayo saat dikonfirmasi terkait penobatan Reje Linge ke-20 di Banda Aceh.
Menurut Nab Bahani pengukuhan Reje Linge ke-20 secara kearifan lokal sangat menguntungkan dapat menjalankan perannya sebagai penjaga tradisi, namun secara kebijakan kenegaraan tidak boleh, karena negara sudah diatur Undang-undang.
“Peran Reje Linge sebatas kearifan lokal saja,” lanjut Nab Bahani.
Namun Nab Bahani menyebutkan, kalau kebijakan pemerintah selalu melibatkan Reje Linge, itu sangat baik karena singkronisasi pembangunan betul-betul berjalan. “Kalau pemerintah melakukan itu, kedua belah pihak saling menguntungkan,” jelas penyunting buku Tarikh Aceh dan Nusantara karya H.M. Zainuddin. (Atia)

Ini Dia Fakta Ilmiah Urutan Pemangku Reje Linge

Konon inilah Bawar Reje Linge koleksi Erah Linge. (LIntas Gayo | Win Ruhdi Bathin)
Konon inilah Bawar Reje Linge koleksi Erah Linge. (LIntas Gayo | Win Ruhdi Bathin)
Banda Aceh | Lintas Gayo – Penobatan Iklil Ilyas Leube sebagai pemangku Reje Linge banyak memunculkan pertanyaan, karena itu masih menggunakan sumber yang tercatat dalam buku H Ar Latief tahun 1995 berjudul “Pelangi Kehidupan Gayo dan Alas” dan Teungku H. Mahmud Ibrahim dalam bukunya “Mujahid Dataran Tinggi Gayo” dalam cetakan kedua tahun 2007.
Namun dalam buku yang ditulis Ashar Yadi berjudul “Lingeku Sayang Lingeku Malang” tahun 2008 tertera Teungku Ilyas Leube adalah Reje Linge ke-19, sama dengan hasil penelitian Ilmiah yang dilakukan Salman Yoga tahun 2007-sampai sekarang untuk kebutuhan penulisan buku biografi Tgk Ilyas Lebe, juga hasilnya menyebutkan Ilyas Leube adalah Reje Linge ke-19.
Berikut urutan Reje Linge yang didalamnya termasuk hasil buku Ashar Hadi dan penelitian Salman Yoga tentang Ilyas Leube, tanpa memasukan Reje Linge ke-20 Tgk Iklil Ilyas Leube ;
Reje Linge I : Ahmad Syarif
Reje Linge II : Meurah Ishaqsyah
Reje Linge III : Meurah Jernang
Reje Linge IV : Adi Genali
Reje Linge V : Alisyah
Reje Linge VI : Bujang Lano
Reje Linge VII : Kejurun Jagong
Reje Linge VIII : Ayub
Reje Linge IX : Hud
Reje Linge X : Mahmud
Reje Linge XI : M. Saleh
Reje Linge XII : Lhut
Reje Linge VIII : Bukit
Reje Linge XIV : Alisyah
Reje Linge XV : Aman Nyak
Reje Linge XVI : Cut
Reje Linge XVII : Sasa
Reje Linge XVIII : Abdul Muthalib
Reje Linge XIX : Tgk. Ilyas Luebe
(Atia/Red003)

Dataran Gayo Sudah Dihuni Sejak 7400 Tahun Lalu

DATA sejarah Gayo kembali bertambah. Dari hasil penelitian arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Medan akhir tahun 2012 lalu ternyata kawasan tepi danau Lut Tawar sudah didiami sejak 7525 tahun yang lalu. Lebih tua 125 tahun dari temuan sebelumnya, 7400 tahun.
“Dari sejumlah sampel yang kita analisa carbon datin pasca penggalian terakhir yang hasilnya kami terima beberapa hari lalu, ternyata di gua Mendale sudah dihuni sejak 7525 tahun lalu,” kata Ketut Wiradnyana kepada Lintas Gayo, Minggu 27 Januari 2013 lalu.
Selain itu, di Loyang (gua) Mendale juga ditemukan manik-manik dari berbagai bahan seperti kaca dan kulit kerang.
“Manik-manik berbahan kulit kerang berumur 3100 tahun sementara berbahan kaca berasal dari Asia Pasifik Cina yang diproduksi di abad 12-an,” kata Ketut.
Kesimpulan lainnya, dijelaskan penulis buku “Gayo Merangkai Identitas” ini pada abad 12 di Gayo sudah terjadi perdagangan yang dilakukan oleh orang India.
"Karenanya ada pengaruh India di Gayo," simpul Ketut.
Saat itu, bahan dagangan yang populer dari Gayo adalah hasil dari hewan seperti daging, kulit, gading serta hasil hutan lainnya.
“Di abad 12, kawasan Aceh pesisir sudah ramai begitu juga di Gayo. Dan untuk temuan artefak dan ekofak di Buntul Linge pernah dipakai di abad 5, 8 dan 12,” tutup Ketut Wiradnyana.[]

Minggu, 28 Desember 2014

10 Fakta Menarik Tentang Bulan (II)

Setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi. Citra permukaan bulan
Citra permukaan bulan (news24.com)
Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari.

Berikut ini ada 10 fakta menarik dan mengejutkan dari bulan (bagian II).

6. Bulan berbentuk telur
Bentuk bulan tidak bulat seperti bola, tapi lebih menyerupai telur. Saat Anda mengelilingi bulan, ketika berada di permukaan yang kecil itu berarti Anda berada di ujung bulan. Selain itu, bulan juga tidak ada pusat geometris.

7. Di bulan ada gempa
Saat mengunjungi bulan, para astronot menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah ada gempa di bulan. Ternyata, bulan tidak benar-benar mati secara geologis. Gempa kecil ternyata terjadi di bulan. Diduga gempa ini disebabkan oleh gravitasi Bumi.

Para peneliti memperkirakan bahwa bulan memiliki inti panas sama sepeti Bumi. Dari data pesawat luar angkasa NASA Lunar Prospector yang mendarat di bulan, menemukan bahwa inti bulan ternyata sangat kecil, besarnya antara 2-4 persen dari massa bulan.

8. Apakah bulan termasuk planet?
Ukuran bulan lebih besar dari Pluto, ukurannya kira-kira seperempat dari Bumi. Beberapa peneliti berpikir bahwa bulan lebih seperti sebuah planet, mengacu pada adanya kesamaan sistem orbit pada bulan dan Bumi. Bulan dan bumi sering disebut sebagai planet ganda.

9. Bulan membentuk air pasang di laut
Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis mengikuti siklus bulan. Gravitasi bulan telah menarik lautan di Bumi. Air pasang terjadi ketika Bumi berputar di bawah bulan.

Salah satunya adalah pasang laut purnama yang terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Situasi ini terjadi ketika Bumi, bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pasang naik menyebabkan gelombang yang sangat tinggi dan pasang surut membuat gelombang menjadi sangat rendah.

Selain itu, tarik menarik gravitasi antara Bumi dan bulan memiliki efek yang menarik. Sebagian energi rotasi Bumi yang ditarik oleh bulan, menyebabkan melambatnya rotasi Bumi, sekitar 1,5 milidetik setiap abadnya.

10. Selamat jalan, Bulan
Ketika Anda membaca ini, bulan telah bergerak menjauh dari Bumi. Benar, setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong sejauh 3,8 sentimeter lebih tinggi dari orbitnya.

Para peneliti mengatakan, ketika awal terbentuknya bulan, jaraknya dengan Bumi hanya sejauh 22.530 kilometer. Saat ini, jarak antara bulan dan Bumi sudah mencapai 450.000 kilometer. Jika gravitasi Bumi sudah tidak terlalu kuat, suatu hari nanti, bulan akan meninggalkan Bumi.

10 Fakta Menarik Tentang Bulan (I)

Ternyata ada 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan
Ilustrasi: Mengenang Neil Armstrong
Ilustrasi: Mengenang Neil Armstrong (REUTERS/Edwin Aldrin-NASA/Handout)
Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari.

Berikut ini ada 10 fakta menarik dan mengejutkan dari bulan.
1. Bagaimana bulan terbentuk?
Menurut sebuah teori terkemuka, bulan tercipta ketika batu seukuran planet Mars menabrak bumi, tak lama setelah tata surya mulai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

2. Bulan terkunci di orbit
Hal yang paling menarik adalah bumi dan bulan ternyata sama-sama berputar pada orbitnya, bagaimana itu bisa terjadi?

Dahulu kala, efek gravitasi Bumi yang melamban membuat rotasi bulan tetap pada porosnya. Setelah rotasi bulan melamban sesuai dengan orbitnya (waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) maka rotasi bulan menjadi stabil.

Bagaimana dengan fase regular bulan yang terlihat di Bumi? Bulan selalu mengorbiti Bumi. Satelit itu menghabiskan sebagian waktunya mengelilingi Bumi dan matahari. Saat berada jarak terjauh dari bumi, ini dinamakan bulan mati, dan ia hanya terlihat sisi gelapnya saja.

Sementara ketika Bumi berada hampir segaris di antara matahari dan bulan, maka seluruh permukaan bulan akan diterangi matahari. Ini dinamakan bulan purnama.

Sedangkan, posisi bulan berada di sisi samping Bumi dan matahari, maka hanya sepotong cahaya matahari akan menerangi bulan. Ini yang membentuk bulan sabit.

3. Ada pohon di bulan
Fakta ini mungkin membuat Anda tercengang. Ternyata, ada lebih dari 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan.

Pada tahun 1971, Apollo 14 mendarat di bulan dengan membawa tiga astronot, yaitu Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell. Rossa pun mengambil sekelompok benih yang ada di bulan dan menanamnya di Bumi. Hasilnya, benih itu tumbuh di Bumi dan diberi nama Pohon Bulan.

4. Bumi adalah saudara dari bulan
Apakah bulan adalah satelit Bumi? Jawabannya, bisa jadi tidak. Pada tahun 1999, para peneliti menemukan asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer. Asteroid itu terjebak dalam cengkeraman gravitasi Bumi. Ini malah lebih tepat disebut satelit Bumi.

Asteroid yang diberi nama Cruithne itu membutuhkan waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi. Para peneliti mengatakan, bahwa Cruithne akan tetap mengelilingi Bumi setidaknya dalam waktu 5.000 tahun.

5. Banyak kawah di bulan
Para peneliti menemukan banyak kawah di bulan. Ini disebabkan oleh hantaman asteroid antara 4,1 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekasnya yang tampak seperti kawah belum terkikis sampai saat ini.

Ada dua alasan memperkuat dugaan di atas. Pertama, bulan secara geologis tidak aktif. Tidak ada gempa bumi, gunung berapi, dan gunung seperti halnya Bumi. Kedua, bulan tidak mempunyai atmosfer. Tidak ada hujan dan angin. Sehingga, erosi permukaan pun sangat sedikit terjadi. (sj)

Bersambung...

Menguak Konsep Kosmologi Sunda Kuna

Menguak Konsep Kosmologi Sunda Kuna.
Oleh EDI S. EKADJATI.
(Pikiran Rakyat, Kamis, 2 Juni 2005).
Pada zaman kuno (masa pra-Islam) orang Sunda memiliki konsep tersendiri tentang jagat raya. Konsep tersebut merupakan perpaduan antara konsep Sunda asli, ajaran agama Budha, dan ajaran agama Hindu. Uraian mengenai hal ini antara lain terdapat dalam naskah lontar Sunda Kropak 420 dan Kropak 422 yang kini tersimpan sebagai koleksi Perpustakaan Nasional di Jakarta. Kedua naskah yang ditulis pada daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Sunda kuna itu berasal dari kabuyutan Kawali, termasuk daerah Kabupaten Ciamis sekarang.
Dulu di kabuyutan Kawali tersimpan sejumlah naskah lontar Sunda dan barang pusaka lainnya peninggalan kerajaan Sunda. Lokasi tersebut selain pernah menjadi ibu kota Kerajaan Sunda-Galuh, juga menjadi tempat pengungsian sejumlah pejabat dan rakyat Kerajaan Sunda-Pajajaran, setelah ibu kota kerajaan mereka (Pakuan Pajajaran) di sekitar Kota Bogor sekarang diserang dan diduduki oleh pasukan Islam Banten-Cirebon. Bersama dengan naskah-naskah lontar lainnya, kedua naskah lontar tersebut diserahkan oleh Bupati Galuh R.A. Kusumadiningrat (memerintah tahun 1839-1886) kepada Museum Gedung Gajah (Museum Nasional sekarang) pada perempatan ketiga abad ke-19.
Kosmologi Sunda kuna membagi jagat raya ke dalam tiga alam, yaitu bumi sangkala (dunia nyata, alam dunia), buana niskala (dunia gaib, alam gaib), dan buana jatiniskala (dunia atau alam kemahagaiban sejati). Bumi sangkala adalah alam nyata di dunia tempat kehidupan makhluk yang me miliki jasmani (raga) dan rohani (jiwa). Makhluk demikian adalah yang disebut manusia, hewan, tumbuhan, dan benda lain yang dapat dilihat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.
Buana niskala adalah alam gaib sebagai tempat tinggal makhluk gaib yang wujudnya hanya tergambar dalam imajinasi manusia, seperti dewa-dewi, bidadara-bidadari, apsara-apsari, dll. Jumlah dan ragam makhluk tersebut banyak dan bisa bergabung satu dengan lainnya serta berkedudukan lebih tinggi daripada manusia. Buana niskala yang disebut juga kahyangan yang terdiri atas surga dan neraka.
Naskah Kropak 422 menyebutkan Pwah Batari Sri, Pwah Lengkawati, Pwah Wirumananggay, dan Dayang Trusnawati sebagai penghuni buana niskala. Di samping itu, penghuni buana niskala lainnya di antaranya 9 dewi, seperti Dewi Tunyjung Herang, Dewi Sri Tunyjung Lenggang, Dewi Sari Banawati, dan 45 bidadari yang disebutkan namanya, antara lain Bidadari Tunyjung Maba, Bidadari Naga Nagini, Bidadari Endah Patala, Bidadari Sedajati.
Buana jatiniskala adalah alam kemahagaiban sejati sebagai tempat tertinggi di jagat raya. Penghuninya adalah zat Maha Tunggal yang disebut Sang Hyang Manon, zat Maha Pencipta yang disebut Si Ijunajati Nistemen. Zat inilah yang tingkat kegaiban dan kekuasaannya paling tinggi. Dialah pencipta batas, tetapi tak terkena batas. Dengan demikian, tiap-tiap alam mempunyai penghuninya masing-masing yang wujud, sifat, tingkat, dan tugas/kewenangannya berbeda.
Kosmologi Sunda kuna berbeda dengan kosmoligi Islam. Dalam ajaran Islam jagat raya digambarkan terdiri dari 5 alam, yaitu alam roh, alam rahim, alam dunia, alam barzah, dan alam akhirat. Kosmologi menurut konsep Islam cenderung didasarkan pada urutan kronologis kehidupan manusia (dan makhluk lainnya). Alam roh dan alam rahim yang merupakan alam gaib menjadi tempat kehidupan manusia sebelum lahir ke dunia (alam dunia), sementara alam barzah dan alam akhirat yang juga merupakan alam gaib menjadi tempat kehidupan manusia sesudah mengalami kematian. Kehidupan manusia di alam dunia sangat menentukan kehidupannya di alam kubur dan alam akhirat.
Jika kosmologi Islam mencerminkan gambaran urutan kronologis kehidupan manusia, kosmologi Sunda kuna mencerminkan gambaran jenis penghuninya dan tingkat kegaibannya. Karena itu kosmologi Sunda kuna menggambarkan pula tinggi-rendah kedudukannya, baik kosmosnya maupun penghuninya. Kosmologi Sunda kuna tidak mengungkapkan adanya alam yang dihuni oleh roh manusia sebelum lahir ke alam dunia (bumi sakala). Walaupun tempat hidup manusia di alam dunia, tapi setelah kematian ada dua kemungkinan tempatnya, yaitu (1) kembali ke alam dunia dalam wujud yang derajatnya lebih rendah (menjadi hewan, tumbuhan atau benda lainnya sesuai dengan kepercayaan reinkarnasi) dan (2) menuju alam niskala, bahkan terus ke alam jatiniskala (menyatu dengan kehidupan dewa dan kemudian mahadewa).
Yang menentukan tempat seseorang sesudah kematian adalah sikap, perilaku, dan perbuatannya selama hidup di dunia. Jika sikap, perilaku, dan perbuatannya buruk, bertentangan dengan perintah dan sesuai dengan larangan ajaran agama, ia akan kembali lagi ke alam dunia dalam wujud yang lebih rendah derajatnya (kepercayaan reinkarnasi) atau masuk ke dalam siksa neraka. Jika sikap, perilaku, dan perbuatannya baik, sesuai dengan perintah dan bertentangan dengan larangan ajaran agama, ia (rohnya) akan naik menuju alam niskala yang menyenangkan (surga) dan bahkan ke alam jatiniskala yang paling menenteramkan. Kejadian tersebut disebut moksa dan merupakan jalan ideal yang selalu didambakan oleh manusia. Dalam hal ini prinsip dampak kehidupan sesudah manusia mati mengandung kesejajaran dengan konsep Islam, yaitu bertalian dengan situasi dan kondisi kehidupan manusia di alam akhirat ditentukan oleh sikap, perilaku, dan perbuatannya di alam dunia.
Sehubungan dengan adanya jalan ideal yang menghubungkan bumi sakala (alam dunia) dengan buana niskala dan buana jatiniskala (alam akhirat), maka dalam naskah lontar Kropak 420 diutarakan secara panjang lebar tentang ciri-ciri dan sifat kehidupan di bumi sakala, sedangkan dalam Kropak 422 dikemukakan ciri-ciri dan sifat kehidupan di buana niskala dan buana jatiniskala yang menggiring manusia agar memilih jalan ideal yang lurus menuju buana niskala yang berupa surga yang menyenangkan, bahkan buana jatiniskala yang paling tinggi derajatnya.
Kropak 420 membuka penuturannya dengan pernyataan dan pertanyaan, “Lampah tunggal na rasa ngeunah, paduum na bumi prelaya, maneja naprewasa, ka mana eta ngahingras?” (Berjalan teriring rasa senang, saling bagi saat dunia binasa, tembus memancarkan sinar. Ke manakah harus meminta tolong?).
Jawaban atas pertanyaan tersebut dijelaskan oleh Pwah Batara Sri, penghuni Kahyangan (buana niskala), “Ka saha geusan ngahiras, di sakala di niskala, manguni di kahyangan, mo ma dina laku tuhu, na jati mahapandita,” (Kepada siapakah mohon pertolongan, baik di sakala maupun di niskala, terlebih lagi di kahyangan, kecuali dalam perilaku setia, pada kodrat mahapandita).
Mahapandita adalah pandita (pemimpin/ahli agama) yang hidup di bumi sakala dan paling tinggi tingkatannya. Ia mengemukakan ciri-ciri kehidupan di bumi sakala bahwa, “Samar ku rahina sada, kapeungpeuk ku langit ageung, kapindingan maha linglang, ja kaparikusta ku tutur, karasa ku sakatresna, kabita ku rasa ngeunah, kawalikut ku rasa kahayang, bogoh ku rasa utama, beunang ku rasa wisisa.” (Samar oleh keadaan pagi hari, tertutup oleh langit yang luas, terhalangi keluasan langit sebab terjebak oleh cerita, terasa oleh segala kecintaan, tergiur oleh rasa nikmat, tergugah lagi oleh keinginan, senang oleh perasaan luar biasa, terpikat oleh perasaan mulia).
Ajaran moral keagamaan dibahas dalam bentuk dialog antara pendeta utama dengan Pwah Batara Sri (penguasa alam Kahyangan) dan Pwah Sanghyang Sri (penjaga alam kasurgaan). Ditekankan bahwa setiap makhluk yang ada di jagat raya, baik di bumi sakala maupun di buana niskala, hendaknya mampu menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan kadar bayu (kekuatan), sabda (suara), dan hedap (iktikad) yang diterima dari Sang Pencipta. Manusia pun hendaknya mampu menyeimbangkan bayu, sabda, dan hedapnya masing-masing melalui berbagai kegiatan tapa (pengabdian) lahir dan batin agar kelak bisa kembali ke kodratnya bagaikan dewa.
Selain itu, dalam melaksanakan tapa manusia hendaknya diiringi oleh penuh rasa keikhlasan, jangan rakus, jangan mengambil hak yang lain supaya tidak tersesat kembali ke bumi sakala dan mengalami sengsara. Apabila hendak berbuat kebajikan, janganlah setengah hati! Itulah kodrat pendeta dan hakikat pertapaannya yang dilakukan tak kenal siang dan malam. Perhatikanlah orang yang benar! Carilah orang yang menjalankan tapa! Semoga berhasil berbuat kebaikan.
Janganlah menjalankan tapa yang salah! Yaitu tapanya orang yang suka menyiksa badan, berlebihan dalam hal kekuasaan, terperdaya oleh isi hati, dan tersesat karena berahi. Itulah perilaku yang tak bermanfaat. Menjadi pendeta, janganlah hanya mengaku-aku, melainkan hendaknya disertai kekuasaan sejati.
Nasihat pendeta utama yang lain adalah “Mulah cocolongan bubunian, jadi budi nupu manglahangan, ngagetak ngabigal, mati-mati uwang sadu, ngajaur nu hanteu dosa, hiri dengki nata papag, pregi ngajuk ngajalanan,” (Janganlah mencuri sembunyi-sembunyi, berpikiran tamak menghalangi, menggertak merampok, suka membunuh orang suci, memeras yang tak berdosa, iri dengki melukai memukul, berani mengawali berutang). Adapun berbagai kenikmatan dunia antara lain lumut rumput dan berbagai umbi, berbagai dedaunan tak pernah kurang, ilalang arak dan berbagai buah-buahan (lukut jukut sarba beuti, tangtarukan tada kurang, kusa madi sarba pala).
Adapun ciri dan sifat kehidupan di buana niskala dan buana jatiniskala, tempat tinggalnya para dewa-dewi, batara-batari, Sanghyang Manon, dan makhluk halus lainnya mencerminkan kehidupan tingkat tinggi yang tak dibatasi oleh keperluan dan kepentingan duniawiah, sebagaimana diutarakan pada teks Kropak 422 yang berjudul Jatiraga. Penjelmaan yang paling sempurna, menurut naskah ini, adalah umat manusia. Karenanya manusia diwajibkan untuk berusaha berbuat amal kebaikan agar kelak sukmanya bisa kembali ke kodrat sejati di Kahyangan (surga). Sementara manusia yang terlalu terbawa nafsu angkara murka, akan menjadi raksasa serakah, tamak, dan rakus terhadap hak-hak yang lain. Sukma mereka hanya bisa kembali ke alam niskala sebagai penghuni neraka. Kalaupun mendapat keringanan dari penjaga neraka, sukma itu harus mengalami reinkarnasi di bumi sakala yang bisa jadi derajatnya lebih rendah dari manusia.
Bahwa yang berada di buana jatiniskala itu (Si Ijunajati) terlalu tangguh dan kuasa, karena dia adalah pemilik keesaan, kebijakan, kekuasaan, kesentosaan, pengabdian, tenaga, ucapan, dan nuraninya sendiri. Rumusannya adalah, “Ah ini Si Ijunajati. Ah lain kasorgaanna, Sang Hyang Tunggal Premana. Muku ita leuwih, ja tunggal tunggal aing, premana premana aing, muku ita leuwih, ja wisisa wisisa aing, muku ita leuwih teuing, ja hurip hurip aing, tapa tapa aing, bayu bayu aing, sabda sabda aing, hdap hdap aing.” (Ah inilah Si Ijunajati. Ah bukan surga yang dikuasai oleh, Sang Hyang Tunggal Premana. Kalaulah itu tangguh, sebab keesaan keesaanku sendiri, kebijakan kebijakanku sendiri, kalaulah itu unggul, sebab kekuasaan kekuasaanku sendiri, kalaulah itu terlal u berkuasa, sebab kesentosaan kesentosaanku sendiri, pengabdian pengabdianku sendiri, tenaga tenagaku sendiri, ucapan ucapanku sendiri, nurani nuraniku sendiri).
“Ah wisisa teuing aing, hamwa waya nu wisisa manan aing, hamwa waya nu leuwih manan aing, hamwa waya nu diwata manan aing, tika hanteu nu ngawisisa aing, ka pangikuna aci jatinistmen.” (Ah begitu berkuasanya aku, tak mungkin ada yang berkuasa melebihi aku, tak mungkin ada yang unggul melebihi aku, tak mungkin ada yang suci lebih dariku, sehingga mustahil ada yang menguasaiku, sebagai pengikut hakikat kebenaran sejati).
Batara Jatiniskala berkuasa di mana-mana dan wujud kekuasaannya luar biasa sehingga, “Wijaya ta sira hasta, na bumi tan hana pretiwi, na dalem tan hana angkasa, na rahina tan hana aditya, na candra tan hana wulan, na maruta tan hana angin, na tija tan hana maya, na akasa tan hana pemaga, na jati tan hana urip.” (Berhasillah dia memerintah, pada bumi tanpa tanah, pada ruangan tanpa udara, pada siang hari tanpa matahari, pada purnama tanpa bulan, pada tiupan tanpa angin, pada cahaya tanpa bayangan, pada angkasa tanpa langit, pada kodrat tanpa kehidupan).
Salah satu kelompok penghuni buana niskala teridentifikasi berwujud jenis wanita, seperti dewi, apsari, bidadari. Hakikat kewanitaan, menurut naskah ini, adalah kekuasaan yang berada di tangan Sang Hyang Sri dengan ciri-cirinya, “Ti nu wisisa leuwih, ti nu leuwih bidito, ti nu bidito hurip, ti nu hurip adras, ti nu adras indah, ti nu indah alit, ti nu alit niskala, ti nu niskala rampis, ti nu rampis diwata, ti nu diwata.” (Dari yang berkuasa unggul, dari yang unggul mengasuh, dari yang mengasuh sejahtera, dari yang sejahtera tak tampak, dari yang tak tampak indah, dari yang indah halus, dari yang halus gaib, dari yang gaib sempurna, dari yang sempurna bersifat kedewaan, dari yang bersifat kedewaan).
Di dalamnya diungkapkan pula tentang makna benar. Bahwa benar itu artinya, jika, “Bayu dibaywan deui, sabda disabdaan deui, hdap dihdapan deui, hurip dihuripan deui, hirang dihirangan deui, jati dijatyan deui, niskala diniskalaan deui, alit dialitan deui, lenyep dilenyepkeun deui, talinga ditalingakeun deui, leumpang dileumpangkeun deui, geuing digeuingkeun deui.” (Kekuatan diper kuat lagi, ucapan diucapkan lagi, perasaan dirasakan lagi, hidup dihidupkan lagi, jernih dijernihkan lagi, sejati disejatikan lagi, kegaiban digaibkan lagi, halus dihaluskan lagi, lenyap dilenyapkan lagi, pengawasan diawasi lagi, berjalan diberjalankan lagi, sadar disadarkan lagi).
Berdasarkan seluruh uraian di atas tampak bahwa konsep kosmologi Sunda Kuna bukan hanya dimaksudkan untuk pengetahuan semata-mata mengenai struktur jagat raya, melainkan lebih ditujukan sebagai media agar kehidupan manusia jelas tujuan akhir-nya, yaitu kebahagiaan dan ketenteraman hidup di buana niskala dan buana jatiniskala yang abadi.
Oleh EDI S. EKADJATI – Pikiran Rakyat, Kamis, 2 Juni 2005
Penulis Ketua Badan Pengurus Pusat Studi Sunda dan Guru Besar pada Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Unpad.

Sejarah Indonesia: Dari Jepang ke Demokrasi Terpimpin

1362022588693789027
Masa Pendudukan Jepang
Jepang memasuki dan menguasai Indonesia pada tahun 1942 setelah mereka berhasil membuat Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Hal ini menandakan bahwa ada pergantian penjajahan yang semula dijajah oleh Belanda namun sekarang dijajah oleh Jepang. Pada masa ini Jepang memerintah Indonesia dengan melakukan pemerintahan militer bukan pemerintahan sipil yang seperti dilakukan oleh Belanda di tanah Indonesia.
Membagi wilayah Indonesia menjadi dua daerah, yakni wilayah Barat dan Timur. Kedua wilayah ini dikontrol oleh pemerintahan militer secara strategis. Wilayah barat berisi Jawa, Madura dan Sumatra dikuasai oleh Angkatan darat Jepang. Jawa dan Madura dikuasai oleh angkatan XVI AD Jepang yang berpusat di Jakarta sedangkan Sumatra dikuasai oleh angkatan XXV AD Jepang yang berpusat di Bukit Tinggi. Wilayah timur berisi kepulauan Indonesia timur dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang yakni Armada Selatan ke II yang berpusat di ujung pandang.
Di sisi lain, pihak sekutu membentuk gabungan komando yakni ABDACOM (America British Dutch Australia Command) yang bertujuan untuk mengambil alih kembali daerah jajahan mereka di Asia. Mereka juga membentuk AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indisch) yang ditujukan khusus untuk mengambil kembali Indonesia dari Jepang.
Sedangkan Indonesia membentuk RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang nantinya akan berubah menjadi Kopassus AD. KKO (Korps Komando) yang nantinya akan berubah menjadi Marinir AL. PGT (Pasukan Gerak Tjepat) yang nantinya akan berubah menjadi Pasukan khusus AU.
Selama pemerintahannya, Jepang berusaha menarik simpati masyarakat Indonesia agar dapat melakukan kontrol sosial dalam masyarakat Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan membuat suatu propaganda dan membentuk organisasi-organisasi yang berisi tokoh-tokoh nasional Indonesia. Namun organisasi-organisasi ini tidak boleh organisasi yang berbau politik karena di masa pemerintahan Jepang organisasi politik Indonesia dilarang beraktivitas.
Jepang membentuk Gerakan Tiga A yang berisi propaganda bahwa Jepang adalah Cahaya Asia, Jepang adalah Pelindung Asia, dan Jepang adalah Pemimpin Asia. Gerakan ini dipimpin oleh tokoh nasional yakni Mr. Syamsudin. Disini masyarakat Indonesia dihasut untuk mempercayai Jepang dengan alasan bahwa Jepang mampu mengalahkan bangsa asing. Selain itu, Jepang juga mengaku sebagai saudara tua dari bangsa Indonesia dengan tujuan agar Jepang dihormati oleh masyarakat Indonesia.
Jepang membentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) yang di pimpin oleh tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Moh. Hatta, Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantara yang kemudian disebut Empat Serangkai. Organisasi ini dibentuk pada bulan maret 1942. Tujuan dibentuknya PUTERA adalah untuk memusatkan seluruh kekuatan masyarakat Indonesia guna membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Sedangkan tugas pemimpin PUTERA adalah memimpin rakyat agar kuat melaksanakan kewajiban dan bertanggung jawab untuk menghapus pengaruh barat, berusaha mempertahankan Asia Raya dan mempererat persaudaraan Indonesia-Jepang. Empat Serangkai dianggap oleh Jepang sebagai lambang dari Pergerakan Nasional Indonesia. Sebaliknya pemimpin Indonesia memanfaatkan Putera untuk mempersiapkan Indonesia merdeka, sehingga dalam perkembangan selanjutnya Putera menjadi sebuah wadah pemupukan rasa nasionalisme dikalangan rakyat Indonesia.
Jepang membentuk organisasi-organisasi pemuda. Seinenden (Barisan Pemuda) yang beranggotakan pemuda usia 14-22 tahun, tujuannya adalah untuk mendidik dan melatih pemuda di bidang militer. Keibodan (Pembantu Polisi) yang beranggotakan pemuda laki-laki usia 20-25 tahun. Heiho (Pembantu Prajurit) yaitu pemuda yang ditempatkan dalam struktur organisasi militer Jepang, baik angkatan darat maupun angkatan laut. Heiho dianggap sebagai bagian dari angkatan perang Jepang sehingga langsung diterjunkan dalam medan pertempuran menghadapi sekutu diberbagai front pertempuran. PETA (Pembela Tanah Air) yang beranggotakan pemuda yang dididik di wilayah Bogor, setelah lulus mereka diangkat menjadi komandan-komandan dalam angkatan Perang Jepang.
Jepang membiarkan berdirinya organisasi keagamaan seperti MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) karena tidak bersifat politik dan hanya bersifat keagamaan, tetapi pada tahun 1943 MIAI dibubarkan karena dianggap mengancam jepang dan sudah bernuansa politik. Kemudian sebagai gantinya, Jepang membentuk Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) yang dipimpin oleh K.H Mas Masyur.
PM Tojo menambahkan konsep baru yakni Cuo Sangi In (Badan Penasehat Pusat) dan Cuo Sangi Kai (Badan Penasehat Daerah). Jepang membentuk badan ini bertujuan sebagai pengendali politik di Indonesia. Tugas Cuo Sangi In adalah mengajukan saran dan menjawab pertanyaan pemerintah Jepang. Bangsa Indonesia diberi kesempatan menduduki jabatan kepala Departemen dan Residen yang sulit didapatkan pada masa pemerintahan Belanda, karena itu para pemimpin pergerakan nasional memanfaatkan hal ini untuk mengimbangi politik jepang.
Menjelang Kemerdekaan
PM Koiso menjanjikan Indonesia mendapatkan kemerdekaannya agar Indonesia bersedia membantu Jepang dalam Perang Dunia II dengan memberikan tenaga orang-orang Indonesia. Kemudian Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI beranggotakan 60 orang dan diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Tugas BPUPKI adalah menyelidiki dan mempelajari hal-hal penting yang menyangkut masalah tata pemerintahan dan pembentukan negara Indonesia. Badan ini juga diperbolehkan untuk melakukan penyebaran berita tentang persiapan kemerdekaan Indonesia. Dalam merumuskan hal-hal penting mengenai kemerdekaan Indonesia, BPUPKI mengadakan 2 kali sidang :
  1. Sidang pertama (29 mei – 1 Juni 1945): Dalam sidang pertama ini, pembicaraan dipusatkan pada usaha merumuskan dasar filsafat bagi negara Indonesia merdeka.
  1. Sidang Kedua ( 10 Juli – 16 Juli 1945 ): Dalam sidang kedua ini menghasilkan perumusan UUD 1945.
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan oleh pemerintah Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka dan menolak adanya keterlibatan dari pemerintah Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Jepang kemudian membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang tugasnya adalah mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan sehubungan dengan akan diserahkannya kekuasaan pemerintah dari Jepang kepada bangsa Indonesia. Sebagai ketua PPKI diangkat Ir. Soekarno dan M. Hatta sebagai wakilnya.
Namun sebelum Jepang memerdekakan Indonesia, Amerika Mengebom dua kota di Jepang yakni Hiroshima dan Nagasaki sebagai bentuk balas dendam AS kepada Jepang atas bom Pearl Harbour. Setelah itu Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu di Perang Dunia II pada 14 Agustus 1945.
Kondisi kekalahan Jepang ini kemudian dimanfaatkan oleh Indonesia untuk melakukan persiapan kemerdekaan. Namun ada konflik diantara kaum muda dan kaum tua, kelompok tua menginginkan kemerdekaan Indonesia dilaksanakan melalui PPKI sedangkan kelompok tua tidak mau merdeka melalui PPKI. Kemudian kelompok muda menculik Soekarno dan membawanya ke RengasDengklok. Pada Tanggal 16 Agustus 1945 dibuat rumusan naskah proklamasi. Pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Hasil Keputusan rapat PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945:
a. Menetapkan Undang-Undang Dasar
b. Mengangkat Presiden dan wakil Presiden
Periode Perang Kemerdekaan
Di satu sisi, sekutu mempersiapkan pasukan diantaranya AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indisch), KNIL (Koninkijk Netherlands Indisch Lager) dan NICA (Netherlandsch Indisch Civil Administration) pasukan Belanda yang pernah melarikan diri ke Australia untuk menata kembali kehidupan Indonesia. Adapun tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Menerima penyerahan senjata dari tangan Jepang.

  2. Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.

  3. Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan.

  4. Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintahan sipil.

  5. Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka di depan pengadilan.



Di sisi lainnya, presiden RI yakni Soekarno, membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang ditujukan untuk mencegah Sekutu masuk ke Indonesia.
Perang antara BKR melawan AFNEI dan KNIL tidak bisa terelakkan. Perang ini terjadi di Surabaya, Medan, Ambarawa, Bandung dll.
  1. Pertempuran Surabaya
Pada 25 Oktober 1945, bagian dari Divisi India ke-23 yang mendapat tugas dari panglima AFNEI untuk melucuti serdadu Jepang dan menyelamatkan interniran Sekutu yang dipimpin oleh Brigadier A.W.S. Mallaby telah mendarat di Surabaya. Sekutu dapat meyakinkan Pemerintah RI bahwa mereka berjanji tidak akan menggangu urusan politik bangsa Indonesia dan mereka juga menyatakan bahwa diantara mereka tidak terdapat tentara Belanda.
Namun Indonesia di khianati, salah satu bentuk nyata dari penghianat Inggris adalah pada tanggal 26 Oktober 1945 satu pleton dari Field Security Section melakukan penyergapan di Kalisosok untuk membebaskan Kolonel Huiyer (seorang Kolonel Angkatan Laut Belanda) dan kawan-kawannya. Tindakan Inggris tidak berhenti sampai disitu, buktinya 27 Oktober 1945 mereka menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur untuk menyerahkan senjata yang didapat dari Jepang. Pemerintahpun melakukan pertemuan dengan Mallaby untuk meminta konfirmasi mengenai hal tersebut. Namun Mallaby mengatakan bahwa ia tidak tau menahu tentang hal tersebut, tetapi menurut Mallaby jika itu merupakan perintah Inggris maka ia akan tetap menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan.
Pada 27 Oktober 1945 merupakan kontak senjata pertama antara pemuda dan Inggris, peristiwa tersebut mulai bertambah kritis hingga Inggris merasa tidak nyaman akan posisinya. Untuk itu Inggis meminta kepada Presiden Soekarno agar pihak Indonesia menghentikan serangan tersebut. Tetapi sialnya, pemimpin mereka tewas dalam peperangan. Mendengar pemimpinnya gugur, Inggris mulai mendatangkan pasukannya ke Indonesia, selain itu tanggal 9 November 1945 Inggris mengirimkan ultimatum yang intinya menghina dan merendahkan harga diri bangsa Indonesia. Akhirnya perang pun tidak dapat dihindarkan.
  1. Pertempuran Ambarawa
Pertempuran ini berlangsung 20 November sampai 15 Desember 1945 diawali dari insiden di Magelang saat Brigade Artileri dari Divisi India ke-23 mendarat disemarang yang dipimpin oleh Brigadier Bethell. Divisi ini mempunyai tujuan yang sama seperti halnya di Surabaya, hingga insiden itupun pecah pada tanggal 26 Oktober 1945 di Magelang. Insiden ini berhenti setelah Presiden dan Sekutu mengadakan perundingan untuk melakukan genjatan senjata pada tanggal 2 November 1945.
Pada 20 November 1945 di Ambarawa terjadi pertempuran antara TKR dan Inggris, karena banyaknya serangan yang dilakukan Ingggris maka 21 November 1945 pasuka TKR melakukan serangan fajar dengan tujuan memukul mundur pasukan Inggris yang menduduki desa Pingit. Akhirnya pada 15 Desember 1945 Inggris meninggalkan kota Ambarawa dan mundur ke Semarang.
  1. Pertempuran Medan Area
Sekutu dibawah pimpinan T.E.D. Kelly mendarat di Sumatra Utara 9 Oktober 1945. Yang mengejutkan adalah ikut sertanya NICA dalam rombongan sekutu yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan. Pemerintah RI Sumatra Utara mengizinka mereka untuk menempati beberapa hotel di kota medan, hal itu karena semata-mata untuk menghormati tugas mereka. Sehari setelah mendarat tim dari RAPWI mendatangi kamp-kamp tawanan di beberapa daerah untuk membantu membebaskan para tawanan dan dikirim ke Medam atas persetujuan Gubernur M. Hassan. Ternyata hal yang mengherankan adalah kelompok mereka langsung dibentuk menjadi medan Batalyon KNIL. Sikap ini menimbulkan berbagai insiden yang dilakukan secara Spontan oleh pemuda, tepatnya 13 Oktober 1945 merupakan awal insiden, hal ini dipicu oleh seorang penghuni hotel yang menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai oleh seseorang yang ditemuinya.
Pada 1 Desember 1945 beberapa papan dipasang dengan bertuliskan Fixed Boundaris Medan Area diberbagai kota oleh pihak serikat membuat kota medan terkenal dengan Medan Area. Tindakan ini adalah tantangan bagi para pemuda karena pihak Inggris dan NICA melakukan aksi pembersihan terhadap unsur Republik. Aksi tersebut mendapat balasan dari para pemuda, sehingga banyak daerah yang menjadi tidak aman. Inggrispun juga mulai mengancam pihak pemuda sehingga perlawanan juga terus memuncak, akhirnya dengan berbagai cara Inggris berhasil menguasai kota Medan.
  1. Pertempuran Bandung Lautan Api
Pada 12 Oktober 1945 dibawah pimpinan Brigade Mac Donald pasukan Inggris tiba di Bandung. Pada 24 November 1945 TKR dan badan perjuangan lainnya melancarkan serangan terhadap kedudukan Inggris, tiga hari kemudian Mac Donald menyampaikan ultimatum agar para penduduk mengosongkan Bandung Utara. Jawaban dari ultimatum tersebut adalah berdirinya pos-pos gerilya diberbagai tempat, sehingga selama bulan Desemberpun terjadi beberapa pertempuran.
Selama berlangsungnya pertempuran, banyak serdadu India yang menjadi bagian Inggris, melakukan desersi dan bergabung dengan pasukan Indonesia. Pihak Inggris akhirnya meminta kepada panglima devisi tiga agar pasuka India tersebut diserahkan kepada mereka. Kegagalan bangsa Indonesia dalam melakukan serangan maupun penyelesaian menyebabkan Inggris bermain ditingkat atas. 23 Maret 1946 mereka memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Sutan Sjahrir agar bangsa Indonesia meningglkan Bandung, tetapi hal itu ditolak secara tegas karena hal tersebut dirasa tidak mungkin. 23 Maret 1946 dengan alasan untuk menyelamatkan TRI dari kehancuran, Sjahrir mendesak Nasution agar ultimatum tersebut dipenui, karena dirasa TRI belum mampu menghadapi pasukan Inggris. Akhirnya sekali lagi Nasution menghubungi Inggris agar batas waktu tersebut diperpanjang tetapi hasilnya Inggris tetap menolak dan sebaliknya Nasutionpun juga menolak tawaran Inggris untuk meminjamkan truk untuk mengangkut pasukan Indonesia.
Dalam pertemuan antara Nasution dan para komandan TRI, para pemimpin lasykar dan aparat pemerintahan mencapai kesepakatan yaitu akan membumi hanguskan Bandung sebelum tempat itu ditinggalkan. Akhirnya tempat pertama yang dibumi hsnguskan adalah Bank Rakyat, dan dilanjutkan ditempat penting lainya. Selain itu anggota TRI juga membakar asrama mereka sendiri, akhirnya 24 Maret 1946 semua orang meninggalkan Bandung yang saat itu sudah menjadi lautan api.
Keadaan Politik Pasca Perang Kemerdekaan
Presiden Soekarno membentuk kabinet presidensial yang mana kepala pemerintahan yang merangkap menjabat sebagai kepala negara. Kabinet presidensial ini menunjukkan bahwa Indonesia saat itu belum ada demokrasi.
Setelah itu kabinet presidensial diubah menjadi kabinet ministeril yang mana kepala pemerintah dijabat oleh Perdana menteri. Hal ini melanggar konstitusi UUD 1945. Perdana Menteri yang pertama menjabat adalah PM Sjahrir. Hasil kerja PM Sjahrir adalah terwujudnya Perjanjian Linggar Jati pada tanggal 25 Maret 1947. Yang mempertemukan PM Sjahrir dengan Van Mook. Perjanjian Linggar Jati menghasilkan keputusan yakni: Pertama, Belanda hanya mengakui Indonesia hanya sebatas pulau Jawa, Madura dan Sumatera. Kedua, Indonesia sepakat dijadikan negara persemakmuran.
Di sela pemerintahan PM Sjahrir, Belanda melakukan agresi militernya ke Indonesia yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947. Agresi ini bertujuan untuk menjadikan NICA berkuasa kembali di Indonesia.
Kepala pemerintah PM Sjahrir diganti dengan PM Amir Sjarifudin. Di masa Jabatannya, PM Amir menghasilkan Perjanjian Renville yang memutuskan bahwa garis demarkasi (batas-batas wilayah yang dikuasai Belanda) semakin meluas. Hasil ini mendatangkan banyak protes di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian berakibat pada lengsernya PM Amir Sjarifudin dan digantikan dengan wakil presiden Moh. Hatta.
Presiden kemudian melakukan Rekonstruksi Rasionalisasi (Re-Ra), hal ini merupakan penataan kembali tentara Indonesia, yakni mengubah BKR menjadi TKR (Tentara keamanan rakyat) dan diubah lagi menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia), selain itu presiden juga melakukan pengurangan tentara untuk menjaga anggaran negara.
Di sisi lain, PKI (Partai Komunis Indonesia) merasa tidak puas dengan hasil perjanjian Renville dan keputusan Re-Ra yang kemudian berujung pada pemberontakan PKI di tahun 1948.
Agresi Militer Belanda II
Pada tanggal 19 Desember 1948 agresi militer kedua dilancarkan Belanda dengan tujuan ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta. Presiden, Wakil Presiden dan beberapa pejabat tinggi lainnya ditahan oleh Belanda. Sebelum terjadinya aksi penangkapan, pemerintah RI melakukan sidang darurat yang salah satu keputusannya memberi mandat kepada menteri kemakmuran, Mr. Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera. Mandat tersebut ditandatangani oleh Presiden dan Wakil Presiden RI. Untuk menjaga kemungkinan gagalnya pembentukan Pemerintahan darurat Republik Indonesia di Sumatera, Menteri Luar negeri Republik Indonesia H. Agus Salim mengirimkan mandat kepada Mr. A. A. maramis, L.N. Palar, dan Dr. Sidarsono yang sedang berada di India untuk membentuk pemerintahan pengasingan (exile government) di new Delhi, India. Mr. Syafruddin Prawiranegara mengumumkan berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada tanggal 22 Desember 1948 yang berkedudukan di Bukittinggi. Keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ternyata diakui didalam dan luar negeri.
Pada masa-masa genting ini Jendral Soedirman melakukan gerilya di desa-desa di pulau jawa. Terbukti kebenaran dalil bahwa gerilya menang selama lawan tak mampu menghabiskannya secara tuntas. Perlawanan itu tidak memungkinkan Belanda mencapai tujuannya baik dari segi politik dan ekonomi karena perkebunan-perkebunan tidak dapat berproduksi dengan baik dan lalu lintas antar-kota sangat terganggu atau bahkan putus sama sekali akibat perlawanan gerilya TNI bersama Rakyat.
Agresi militer Belanda II ternyata tidak memberikan hasil yang memuaskan para pemimpin Belanda. Walaupun agresi itu secara militer berhasil merebut kota Yogyakarta, ibukota Revolusi RI secara cepat, namun Belanda tidak dapat memperoleh hasil politik yang diinginkan karena Indonesia telah mengantisipasinya lewat PDRI. Tujuan politik Belanda adalah menaklukkan Republik Indonesia dan meniadakannya sebagai kenyataan politik. Karena selama RI masih berdiri, Belanda tak dapat menegakkan kembali kekuasaan penjajahannya di Indonesia. Kekuasaan atas Indonesia sangat diinginkan Belanda karena Belanda mempunyai tujuan Ekonomi, yaitu menghidupkan kembali usaha perkebunan guna memperoleh pemasukan penting bagi keuangan negaranya.
Pada awal-awal agresi Belanda, para diplomat RI di luar negeri sudah bertindak dan berhasil membujuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyalahkan Belanda dalam kasus itu. Pada tanggal 26 Januari 1949 Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan Belanda tersebut, dan menuntut agar kekuasaan RI ditegakkan kembali serta dilanjutkan perundingan antara pihak RI dan Belanda untuk mencapai penyelesaian damai.
Keputusan dari PBB ini membuka kembali perundingan antara Indonesia dan Belanda yang mempertemukan Mr. Mohamad Roem sebagai ketua delegasi RI dan Dr van Roijen sebagai ketua delegasi Belanda. Pada tanggal 6 Juli 1949 pemerintahan RI diakui kembali, kemudian Presiden Soekarno serta Wakil Presiden Mohamad Hatta kembali ke Yogyakarta dari tempat penahanan di Bangka untuk memegang kembali pimpinan pemerintahan RI. Dalam persetujuan Roem-Van Roijen juga disepakati bahwa akan diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda untuk proses penyerahan kedaulatan Belanda atas wilayah Indonesia kepada bangsa Indonesia.
Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar (KMB) dilakukan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus hingga 2 November 1949. Dalam KMB pihak Amerika Serikat bertindak sebagai penengah. Keputusan KMB di Den Haag adalah :
1. Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia kepada negara Republik Indonesia Serikat (RIS), kecuali Irian Barat.
2. Dibentuk Uni Indonesia – Belanda di bawah Mahkota Belanda.
3. Semua hutang Hindia Belanda beralih ke RIS.
4. TNI yang menjadi Angkatan Perang RIS menerima semua personil bekas tentara Hindia Belanda (KNIL) yang tidak turut ke Belanda.
Dengan keputusan itu maka Republik Indonesia menjadi satu negara bagian dalam RIS yang statusnya sama dengan negara-negara ciptaan Belanda. Pada tanggal 27 Desember 1949 di ibukota Belanda Amsterdam diadakan penyerahan kedaulatan dari Belanda yang diwakili oleh Ratu Juliana kepada Indonesia diwakili Drs Moh Hatta sebagai Ketua Delegasi RI, sedangkan di Jakarta pada hari sama dilakukan penyerahan kedaulatan itu dengan menurunkan bendera Belanda depan Istana Merdeka dan Bendera Sang Saka Merah Putih berkibar sebagai tanda kedaulatan Indonesia.
Republik Indonesia Serikat
Republik Indonesia Serikat hanya berlangsung dari tanggal 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950. Disini terbentuk UUD RIS dan mengangkat Presiden yakni Soekarno dan wakil presiden yakni Moh. Hatta. Pembentukan RIS ini ditolak oleh tokoh-tokoh nasional, mereka menginginkan negara kesatuan RI. Banyak alasan yang membuat mereka tidak puas dengan hasil dari KMB tersebut, yakni: Pertama mereka marah bahwa Republik Indonesia yang mereka bela dan perjuangkan hanya menjadi negara bagian dari RIS setingkat dengan negara buatan Belanda yang merupakan boneka kehendak Belanda dan berarti bahwa negara Indonesia yang memperoleh kedaulatan itu masih berada di bawah negara Belanda. Ditambah lagi penyerahan kedaulatan itu tidak meliputi Irian Barat, padahal yang dimufakati adalah penyerahan kedaulatan atas wilayah bekas Hindia Belanda yang jelas meliputi Irian Barat. Kedua, mereka marah bahwa Indonesia harus menanggung semua hutang Hindia Belanda, Indonesia masih belum bisa dikatakan sebagai negara yang merdeka secara penuh karena masih harus menanggung hutang negara lain. Ketiga, TNI diakui sebagai Angkatan Perang RIS, tetapi harus menerima dan mengintegrasikan bekas anggota tentara Belanda (khususnya KNIL) yang tidak turut kembali ke Belanda. Bekas musuh yang sering amat kejam kepada Rakyat dan anggota TNI kini di dalam satu naungan, tentu saja hal ini akan sulit untuk diterima. Maka bagi pejuang kemerdekaan, KMB bukan suatu konferensi yang berhasil bagi Indonesia, sekalipun terjadi penyerahan dan pengakuan kedaualatan kepada bangsa Indonesia.
Republik Indonesia Kesatuan
Republik Indonesia kesatuan adalah aksi sepihak dari Indonesia untuk tidak mengikuti hasil KMB tetapi Irian Jaya masih tetap dikuasai Belanda. Adapun berbagai tantangan di dalam Republik Indonesia Kesatuan ini, diantaranya:
  1. Kapten Raymond Westerling melakukan pemberontakan bersama APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di Bandung. Namun aksi ini masih bisa di atasi oleh TNI.

  2. Kapten Andi Aziz melakukan pemberontakan di Makassar, ia menginginkan untuk tetap menjadi RIS. Tetapi aksi ini juga bisa di atasi oleh TNI.

  3. Dr. Soemokil melakukan pemberontakan dan bertujuan membentuk RMS (Republik Maluku Selatan) pada tanggal 25 April 1950. Aksi ini bisa di atasi TNI tetapi organisasi ini masih ada karena simpatisan RMS pindah ke Belanda.

Para tokoh Nasional baik tokoh politik maupun tokoh TNI kemudian mengusahakan agar dapat diwujudkan kondisi yang memungkinkan RIS berakhir tanpa melanggar hasil KMB. Peran TNI pertama adalah usaha untuk mempengaruhi masyarakat di negara-negara bagian buatan Belanda untuk masuk ke wilayah negara kesatuan RI. Usaha TNI di seluruh wilayah RIS difokuskan kepada usaha territorial, yaitu mempengaruhi rakyat agar bergabung kepada Republik Indonesia. Pengaruh keberadaan pasukan TNI sebagai dukungan usaha territorial itu sangat penting, terutama sikap prajurit TNI yang dekat kepada Rakyat dan berbeda dengan sikap KNIL yang sebagai tentara penjajahan menindas atau sekurang-kurangnya menjauhi Rakyat.
Usaha territorial TNI makin lama makin menunjukkan hasil. Satu per satu negara bagian RIS menyatakan bergabung pada RI. Pada akhir Maret 1950 tinggal ada 4 negara bagian dalam RIS, yaitu RI, Negara Kalimantan Barat, Negara Sumatra Timur dan Negara Indonesia Timur. Dan pada akhir bulan April 1950 tinggal Republik Indonesia sebagai negara bagian. Dengan begitu secara de facto RIS sudah tidak ada dan RI satu-satunya negara di Indonesia. Maka pada tanggal 15 Agustus 1950 diadakan rapat gabungan DPR dan Senat RIS menetapkan berakhirnya Republik Indonesia Serikat dan menandatangani piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan pada tanggal 17 Agustus 1950 Republik Indonesia secara resmi terbentuk kembali sebagai Negara Kesatuan RI. Dengan demikian sejarah RIS berakhir dan RI tegak kembali sebagai pemegang kedaulatan bangsa Indonesia tanpa terjadi pengeluaran satu tembakan pun.
Masa Demokrasi Liberal
Masa ini berlangsung dari tahun 1950-1959. Pada masa ini kepala negara dan kepala pemerintahan dijabat oleh presiden. Pada masa ini berlaku UUDS 50. Pemimpin kabinet pada masa ini adalah dari tokoh-tokoh nasional yang diperebutkan oleh tokoh dari partai Masyumi dan PNI. Namun, presiden memberikan kesempatan pertama kepada partai Masyumi. Berikut adalah para pemimpin kabinet di masa demokrasi liberal.
  1. Natsir
Natsir berasal dari partai Masyumi. Ia hanya memimpin kabinet selama satu tahun. Ia ditugaskan untuk mengembalikan tataran negara di dalam negeri, menciptakan masyarakat adil dan makmur dan ia melakukan upaya perundingan dengan Belanda yang masih menguasai Irian jaya.
  1. Sukiman
Sukiman berasal dari partai Masyumi. Ia juga memimpin kabinet hanya selama satu tahun. Ia ditugaskan untuk meneruskan tugas Natsir. Selama menjabat, ia melakukan perundingan dengan Amerika yang menghasilkan mutual security act. Hal ini tidak disetujui oleh PNI karena dianggap sebagai pelanggaran politik luar negeri yang bersifat bebas dan aktif.
  1. Wilopo
Wilopo berasal dari PNI. Ia memimpin kabinet selama satu tahun. Ia ditugaskan untuk menciptakan kedamaian dan kemakmurran, mengembalikan Irian Jaya dan mempersiapkan pemilu karena saat itu belum ada lembaga nasional.
  1. Ali Sastroamijoyo I
Ali Sastroamijoyo berasal dari PNI. Ia memimpin kabinet selama dua tahun. Ia ditugaskan untuk menciptakan Konferensi Asia Afrika yang berisi negara-negara yang baru merdeka. Hal ini dikarenakan Soekarno ingin menjadi pemimpin disana. KAA ini berlangsung di Bandung.
  1. Burhanudin Harahap
Burhanudin harahap berasal dari masyumi. Ia memimpin kabinet selama satu tahun. Selama menjabat ia berhasil mengadakan pemilu dan membentuk dua lembaga yakni Parlemen (setingkat DPR) dan Dewan Konstituante (setingkat MPR). Parlemen bertugas untuk membuat Undang-Undang sedangkan Dewan Konstituante bertugas untuk amandemen Undang-Undang.
  1. Ali Sastroamijoyo II
Ali sastroamijoyo kembali menjabat untuk kedua kalinya. Kali ini ia menjabat selama satu tahun. Pada masa jabatannya, mulai muncul krisis politik yang dipicu karena adanya ketidakpuasan alokasi anggaran daerah. Hal ini dikarenakan, potensi ekonomi dihasilkan di daerah-daerah, namun pusat menyusun anggarannya tidak sesuai dan tidak adil untuk daerah-daerah. Disini mulai muncul pemberontakan-pemberontakan, seperti PRRI (Pemerintah Revolusioner Republi Indonesia) yang tejadi di Sumatera barat dan Permesta (Perjuangan rakyat Semesta) yang terjadi di Sulawesi Barat.
  1. Ir. Djuanda
Djuanda berasal dari non partai, ia dipilih Presiden karena presiden tidak percaya lagi kepada tokoh-tokoh dari partai yang selalu berseteru. Ia menjabat selama dua tahun.
Dari masa ke masa selama demokrasi liberal, pertumbuhan ekonomi dari struktur ekonomi kolonial ke ekonomi nasional berjalan lamban sebagai akibat pergolakan di daerah. Faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersendat-sendat:
  1. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak stabil. Pergolakan di daerah (separatis) menyebabkan perhatian ke sektor pembangunan ekonomi berkurang.

  2. Instabilitas Politik.
    Sering Resufle Kabinet yang menyebabkan program-program pembangunan tidak berjalan.

  3. Mengandalkan satu jenis ekspor (hasil pertanian & perkebunan)

  4. Belum adanya tenaga ahli dan dana dalam penataan ekonomi.


Dekrit Presiden
Masa Demokrasi Liberal berakhir dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959. Adapun yang melatarbelakangi keluarnya Dekrit presiden yaitu, Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap. Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang menjurus menuju gerakan separatisme. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional, masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai.
Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara.
Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut.
a. Pembubaran konstituante
b. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
c. Pembentukan MPRS dan DPR GR
Dalam Pidato Presiden saat pelantikan DPR GR disebutkan bahwa tugas DPR GR adalah melaksanakan manipol (manifestasi politik), merealisasi amanat penderitaan rakyat, dan melaksanakan Demokrasi Terpimpin. Dalam Pelantikan Wakil-wakil Ketua DPR GR tanggal 5 Januari 1961 Presiden Soekarno menjelaskan lagi bahwa kedudukan DPRGR adalah Pembantu Presiden Mandataris MPRS dan memberikan sumbangan tenaga kepada Presiden untuk melaksanakan segala sesuatu yang ditetapkan MPRS.
Masa Demokrasi Terpimpin
Masa Demokrasi Terpimpin dimulai dari tahun 1959 hingga 1965. Dilatarbelakangi dengan kekecewaan presiden terhadap Dewan Konstituante dan akhirnya mengeluarkan Dekrit. Pada masa ini yang memimpin kabinet adalah presiden. Presiden membentuk DPR-GR dan MPRS yang anggotanya pro terhadap Soekarno. Presiden juga mengkristalkan kekuatan politik yang ada yaitu Masyumi, PNI, PKI dll menjadi sebuah front nasional yang berada di bawah kendali Soekarno. Presiden memberlakukan kembali UUD 1945.
Soekarno menjadikan dirinya sebagai Panglima Besar Revolusi dan Panglima Tertinggi Angkatan perang. Kedua jabatan ini semakin tidak menunjukan adanya paham demokrasi yang sebenarnya. Akibatnya, dengan adanya keadaan ini membuat Moh. Hatta mengundurkan diri dari jabatannya selaku wakil presiden.
Pada masa ini Soekarno beralih dari politik yang semula condong ke Amerika dan Belanda menuju politik yang condong ke arah sosialis komunis. Hal ini terbukti dengan membentuk NASAKOM (Nasionalis Agama Komunis). Tujuan dari Nasakom ini adalah untuk memperkuat kesatuan bangsa. Kondisi ini dimanfaatkan oleh PKI agar kembali diterima di masyarakat Indonesia karena sebelumnya nama PKI tercoreng akibat pemberontakan di tahun 1948. PKI kemudian merekrut anggota-anggota baru dari Angkatan Darat.
Ajaran Presiden Soekarno tentang Nasakom sangat menguntungkan PKI karena menempatkannya sebagai bagian yang sah dalam konstelasi politik Indonesia, bahkan Presiden Soekarno menganggap aliansi dengan PKI sangat menguntungkan sehingga PKI ditempatkan pada barisan terdepan dalam Demokrasi Terpimpin yang berlandaskan Manipol. PKI menyatakan bahwa Revolusi belum selesai, dengan dalih itulah PKI mengajak rakyat untuk menyelesaikan tahapan-tahapan Revolusi yakni dari tahap Nasional Demokratis dan tahap sosialistis.
Di sisi lain, Uni Sovyet menginginkan partai-partai komunis di negara-negara baru untuk bisa merebut kekuasaan yang bisa beraliansi atas nama komintern yang bertujuan untuk melawan Amerika Serikat.
Pada masa ini, Soekarno menginginkan negara-negara baru di dunia ini melakukan polarisasi. Ia kemudian membentuk NEFOS (New Emerging Forces) dan OLDEFOS (Old Established Forces). Nefos merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negara-negara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme. Oldefos merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negara-negara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim).
Hal utama yang belum dilakukan Soekarno adalah merebut Irian jaya dari tangan Belanda. Kemudian ia mencetuskan Trikora (Tri Komando Rakyat). Indonesia menyiapkan pasukan menuju Irian jaya, sedangkan Belanda meminta bantuan PBB dalam masalah ini. PBB kemudian membentuk UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) untuk mengurusi sengketa di Irian Jaya yang dipimpin oleh Ellsworth Bunker. Kemudian menghasilkan kesepakatan bahwa Irian jaya diserahkan ke Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963.
Soekarno akhirnya dapat diturunkan dari jabatannya sebagai presiden dikarenakan adanya G30S PKI. PKI melakukan pemberontakan dengan membunuh Jendral-Jendral yang tidak sepihak dengan PKI. Akibatnya masyarakat menginginkan PKI dibubarkan, tetapi hal ini ditolak oleh Soekarno. Soekarno membuat kesalahan karena tidak memenuhi tuntutan rakyatnya untuk menghapus PKI, ia malah semakin membuat rakyat semakin jengkel karena mereshuffle kabinet dengan menendang Nasution dari dalam kabinet yang pada saat itu Jendral Nasution sangat dihormati rakyat, dan memasukkan nama-nama yang pro terhadap PKI ke dalam kabinet. Tingkat kepercayaan rakyat kepada Soekarno semakin tipis, dan pada akhirnya pada tanggal 22 Februari 1967 MPRS mengeluarkan TAP XXXIII/MPRS/1967 yang berisi:
1. Mencabut kekuasaan negara dari Presiden Soekarno
2. Melarang Soekarno melakukan kegiatan politik sampai pemilu yang akan datang,
3. Menetapkan Jendral Soeharto sebagai pejabat Presiden.

Yudistira

BANGSA GAYO DAN BATAK, SIAPA DAN DARI MANA? SIAPA PENDUDUK ASLI SUMATERA TERTUA?

PROF.DR. BUNGARAN ANTONIUS SIMANJUNTAK
PASCA SARJANA ANTROPOLOGI SOSIAL UNIMED

APAKAH BANGSA GAYO DAN BATAK BERASAL DARI TEMPAT YANG SAMA DI ASIA?
DUNGAAN SELAMA PENJAJAHAN BELANDA BAHWA BANGSA GAYO BERASAL DARI BANGSA BATAK
SEHINGGA DISIMPULKAN BAHWA BATAK, GAYO DAN ALAS ADALAH DARI RUMPUN YANG SAMA YAITU BANGSA BATAK.
KESIMPULAN DEMIKIAN DIBUAT OLEH BELANDA KARENA BANYAKNYA PERSAMAAN BUDAYA DAN GENEALOGIS ANTARA BATAK, GAYO DAN ALAS.
KALAU DEMIKIAN PERTANYAAN KITA APAKAH ASAL-USUL GAYO DAN BATAK ADALAH SAMA YAITU DI ASIA, YAKNI DI MANSURIA DAN TERGOLONG RAS MONGOL(IA.)
DUGAAN PERJALANAN NENEK MOYANG GAYO, BATAK DAN ALAS
DIBAWAH INI AKAN DITAMPILKAN PERJALANAN NENEK MOYANG KETIGA SUKU ITU ATAU KETIGA BANGSA ITU DARI ASIA KE SUMATERA
DUGAAN INI DIAMBIL DARI TEORI ELIZABETH SEEGER DALAM BUKUNYA SEJARAH TIONGKOK SELAYANG PANDANG.
BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ARCHEOLOG KETUT WIRANYANA DKK BAHWA JUSTRU BANGSA GAYO TELAH BERMUKIM DI SEKITAR DANAU LUT TAWAR ACEH TENGAH 7000-5000 TAHUN YL.
BERARTI SEBELUM DATANGNYA ORANG ARAB, CINA, EROPAH DAN HINDUSTAN KE WILAYAH UJUNG UTARA PULAU SUMATERA (ACEH)
DI DALAM BUKU EDMUND LEACH: RETHINGKING ANTROPOLOGY DISEBUTKAN PERIHAL BANGSA BATAK YANG DATANG DARI KACHIN. TETAPI DIA KURANG MENYEBUTKAN HUBUNGANNYA DENGAN BANGSA KAREN DI BURMA, DAN DANAU TOBA TARTAR YANG ADA DI TIBET. APALAGI DENGAN RAS MONGOL DI MANSURIA.
ELIZABETH SEEGER LEBIH DETAIL MENJELASKAN BANGSA YANG MELARIKAN DIRI DARI MANSURIA KE TIBET DAN DARI SANA KE ASIA SELATAN A.L KE BURMA DAN BANGSA KAREN KEMUNGKINAN BESAR ADALAH SAUDARA BANGSA KACHIN DAN ADALAH NENEK MOYANG ORANG BATAK
TEMUAN ARCHEOLOGI THN 2011-2012 DI TANAH GAYO, MENEMUKAN KERANGKA MANUSIA PURBA YANG DIPERKIRAKAN TELAH HIDUP DI GUA-GUA DANAU LUT TAWAR BERUSIA 7000-5000 TAHUN YANG LALU.
DENGAN DEMIKIAN MEREKA ADALAH MANUSIA PERTAMA BERMUKIM DI TANAH GAYO. ARTINYA MEREKA ADALAH INDIGENIOUS PEOPLE WILAYAH SUMATERA UTARA BAGIAN UTARA. DENGAN DEMIKIAN BANGSA GAYO ADALAH PENDUDUK ASLI WILAYAH ITU, TERUTAMA DI TANAH GAYO YANG SEKARANG. SEPERTI BANGSA SANGIRAN DAN TENGGER BANGSA ASLI DI JAWA, BANGSA ANAK DALAM BANGSA ASLI DI RIAU, BATAK DI SEKITAR DANAU TOBA, BANGSA MINGKAU DI RANAH MINANG
MENURUT PENELITIAN SDR KETUT WIRADNYANA MEREKA MEMELUK AGAMA ISLAM DIPERKIRAKAN ABAD KE 12 SETELAH
OLEH KARENA PENELITIAN YANG DILAKUKAN OLEH EDMUND LEACH DAN ELIZABETH SEEGER TIDAK ADA MENYINGGUNG NAMA GAYO DI DALAM TULISAN MEREKA, MAKA BESAR KEMUNGKINAN BAGSA GAYO ADALAH SATU DENGAN BANGSA BATAK. KARENA PERSAMAAN2 KULTURAL DIMILIKI KEDUA BANGSA ITU SEBAGAI BUKTI
NAMUN DENGAN DEMIKIAN MAKA ORANG BATAK DAN GAYO TELAH ADA DI WILAYAH DANAU LUT TAWAR SEJAK TAHUN 7000-5000 SM.
DENGAN DEMIKIAN ORANG BATAK TURUN DAN MENINGGALKAN ORANG GAYO KE DANAU TOBA
BUDAYA YANG DIANUT BANGSA ITU ADALAH BUDAYA HOABIN DAN DONGSON TERBUKTI DARI SISA2 MAKANAN DAN RANGKA MANUSIA PURBA YANG DITEMUKAN DI CERUK DI TEPI DANAU LUT TAWAR.
BANGSA GAYO DAN BATAK MEMANG BERSAUDARA, NAMUN KESIMPULAN INI PERLU PEMBUKTIAN PENELITIAN LEBIH MENDALAM, TIDAK HANYA TEORI YG DISAMPAIKAN OLEH PENULIS BELANDA DENGAN MELIHAT KESAMAAN2 BUDAYA, GENEALOGIS STRUKTUR SOSIAL DAN MARGA-MARGA. YANG MENURUT SAYA BERKAIATAN DENGAN KEPENTINGAN KOLONIALISME BELANDA.
SEJARAH BANGSA GAYO INI PERLU DIANGKAT SECARA NASIONAL, TIDAK HANYA PELENGKAPAN SEJARAH PROPINSI NAD SAJA
BERDASARKAN TEMUAN-TEMUAN ILMIAH YANG DITEMUKAN DUA TAHUN TERAKHIR, MAKA PERLU PENEMPATAN BANGSA GAYO SETARA DENGAN BANGSA-BANGSA LAIN DI INDONESIA

Ade Darmawan

Kardinal Inggris Mundur Karena Skandal Seks Sesama Pria dengan Empat Pastor

Lagi-lagi Katolik digegerkan oleh skandal seks pastur gay. Gilanya, Uskup Agung di Inggris ini terungkap melakukan skandal seks sesama pria dengan dengan empat rohaniawan sekaligus: tiga pastur dan seorang mantan pastur.
Belum reda kehebohan jagat Katolik pasca pengunduran diri Paus Benediktus XVI, jelang pemilihan paus baru, Katolik dihebohkan dengan mundurnya Kardinal Inggris Keith O’Brien, Uskup Agung St Andrews dan Edinburgh. Padahal  pastur paling senior dalam Gereja Katolik di Inggris tengah digadang-gadang maju menjadi calon Paus. Gara-garanya, skandal seks sesama pria (gay) yang dilakukannya terhadap tiga pastor dan seorang mantan pastor pada era 1980-an diungkap di media massa.
Vatikan telah mengukuhkan pengunduran pastor itu dari Keuskupan Saint Andrews dan Edinburgh, Senin (25/2/2013). Dengan keputusan ini, otomatis Inggris tidak memiliki perwakilan dalam ritual untuk memilih Paus yang disebut konklaf.
“Semua orang terperanjat atas cepatnya Roma menanggapi hal itu,” kata Austen Ivereigh, direktur kelompok advokasi gereja Inggris, Catholic Voices. “Jelas sekali Roma melihat adanya bukti yang cukup atas tuduhan tersebut. Mereka tidak akan memintanya mundur kecuali kalau mereka mengetahui hal ini memang layak untuk diselidiki,” tambahnya.
Pengunduran diri ini semakin memperkeruh wajah para rohaniawan Katolik yang dianggap suci oleh umatnya. Karena pada saat yang sama, para kritikus gencar mengampanyekan penolakan terhadap Kardinal Roger M. Mahony untuk mengikuti pemilihan paus baru. Mereka menolak kardinal dari Los Angeles Amerika Serikat ini, terkait kasus skandal gereja dengan menyembunyikan berbagai kasus pedofilia di keusukupannya.
Tak hanya itu, keputusan ini juga terjadi hanya dalam beberapa hari setelah Sekretariat Kepausan Vatikan mengeluarkan pernyataan yang tajam menanggapi berbagai laporan media, termasuk tuduhan skandal seks pasangan sesama jenis di dalam Vatikan.
Pengumuman Kardinal O’Brien dilakukan sehari setelah media Inggris The Observer melaporkan adanya tiga pastor dan satu mantan pastor yang telah mengajukan keluhan kepada wakil diplomatik Paus di Inggris, Antonio Mennini.
Menurut The Observer, berbagai pelecehan seksual sesama pastur ini terjadi pada tahun 1980-an ini telah diteruskan ke Vatikan. Tiga pastur dan seorang mantan pastur melaporkan Kardinal Keith O’Brien telah melakukan pelecehan seksual terhadap diri mereka.
“Saya terpaksa berhenti sebagai pastur bukan untuk menikah, tapi menyelamatkan integritas saya dari tindakan O’Brien,” ujar seorang mantan pastur seperti diberitakan media The Observer, Selasa (26/2/2013).
Menurut mantan pastur itu, dirinya sudah didekati O’Brien sejak menjadi calon pastur di seminari St. Andrew, Drygrange pada tahun 1980. Dia pun memutuskan berhenti sebagai pastur ketika O’Brien makin berkuasa setelah dilantik sebagai Uskup. “Dia memiliki kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya kepada saya,” tuturnya.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Kardinal O’Brien meminta maaf kepada orang-orang yang telah disakitinya. “Bapa di Surga kini telah memutuskan bahwa pengunduran saya akan dimulai hari ini, 25 Februari 2013. Melihat ke belakang pada tahun-tahun pelayanan saya, untuk setiap kesalahan saya memohon maaf kepada semua yang telah saya sakiti,” katanya.
Ia menegaskan tidak akan mengikuti acara pemilihan paus baru di Vatikan. “Saya juga meminta berkat Tuhan atas para Kardinal yang akan segera berkumpul di Roma. Saya tidak akan bergabung dengan mereka untuk konklaf ini secara pribadi. Saya tidak berharap perhatian media di Roma berfokus pada saya, tapi bagi Paus Benediktus XVI dan penggantinya,” tegasnya.
Kardinal O’Brien pernah menjabat sebagai Kepala Gereja Katolik di Skotlandia sejak 1985, dan dinotabkan sebagai Kardinal oleh Paus Yohanes Paul II pada tahun 2003. Saat pemilihan Paus Benediktus XVI tahun 2005, O’Brien termasuk di antara para kardinal pada konklaf.
Para pengamat Vatikan menilai keputusan Kardinal O’Brien untuk tidak mengikuti konklaf sebagai hal yang tidak lazim.
“Ini adalah hal yang tak pernah terjadi sebelumnya. Dia memperjelas bahwa pengunduran dirinya dilakukan di bawah tekanan tuduhan. Kasusnya ini tentunya sangat jarang dan belum pernah terjadi dalam sejarah konklaf,” kata Sandro Magister, pakar soal Vatikan, pada majalah Italia L’Espresso
Selama ini,  untuk waktu yang lama Vatikan dapat menangkal kritik terhadap kardinal-kardinal lain yang diduga terlibat dalam upaya menutupi tuduhan pelecehan seksual.
Namun tuduhan-tuduhan kali ini sangat serius karena Kardinal O’Brien diberitakan terlibat langsung dalam perilaku tak pantas terhadap pastor lain. [taz/dbs]